Sinar bulan purnama menerangi malam di kota Vinland.
DOR!
Tubuh gadis itu bergetar melihat pemuda di depannya itu telah meluncurkan peluru dari sebuah Desert Eagle di tangannya. Rambut pirang gadis itu ternoda oleh cipratan darah dari sang korban yang disebut vampire oleh pemuda itu.
"Mission Complete," gumam pemuda itu lalu melihat ke arah gadis yang ia selamatkan dari kejaran vampire. Gadis itu menatap pemuda itu tak percaya sekaligus salut, betapa hebatnya dia, "Kau terluka?" tanya pemuda itu lalu mendekati gadis tadi.
Tubuh gadis itu bergetar melihat pemuda di depannya itu telah meluncurkan peluru dari sebuah Desert Eagle di tangannya. Rambut pirang gadis itu ternoda oleh cipratan darah dari sang korban yang disebut vampire oleh pemuda itu.
"Mission Complete," gumam pemuda itu lalu melihat ke arah gadis yang ia selamatkan dari kejaran vampire. Gadis itu menatap pemuda itu tak percaya sekaligus salut, betapa hebatnya dia, "Kau terluka?" tanya pemuda itu lalu mendekati gadis tadi.
"Aku... Baik-baik saja," jawab gadis itu. Sebut saja Runa Chihaya. Gadis gelandangan yang orangtuanya terbunuh akibat werewolf. Hidupnya begitu sulit. Untuk makan, dia rela memakan daging mentah hasil curiannya. Kadang ia diberi roti oleh beberapa orang yang dermawan hatinya karena dikira musafir. Tidur? Dia tidur di mana saja beralaskan selimut robeknya. Pakaian? Maaf. Tidak pernah berganti.
"Runa... Chihaya," pemuda itu mengulurkan tangannya ke depan wajah Runa, "Ikutlah denganku... Akan kubuat hidupmu berubah," pemuda itu berbicara dengan nada yakin.
Namun, Runa menatapnya ragu. Bisa saja jika ia mengikuti pemuda ini, hidupnya malah lebih buruk daripada sebelumnya, "Apa jaminan kalau aku akan baik-baik saja jika ikut denganmu?" tanya Runa memastikan.
"Nyawaku," jawab pemuda itu singkat dan lagi dengan nada meyakinkan. Runa tampak berpikir lalu meraih tangan pemuda itu. Pemuda itu tersenyum dan menarik Runa berdiri, "Akira," pemuda itu menyebutkan namanya. Runa mengangguk lalu menyebutkan namanya.
"Eh... Bagaimana kau bisa tau namaku?" tanya Runa. Akira menarik nafas.
"Misi. Misi penyelamatan gadis bernama Runa Chihaya oleh atasanku," jawab Akira. Runa menatapnya heran. Misi penyelamatan dirinya? Apa yang istimewa di dirinya?, "Suatu saat, kau akan tahu..." tambah Akira seakan tau apa yang ada di pikiran Runa.
Akira membuka pintu mobil sport-nya dan mempersilahkan Runa masuk ke dalam mobil. Runa masuk ke dalam mobil lalu disusul oleh Akira yang duduk di sebelahnya.
"Kita akan ke mana, Akira?" tanya Runa was-was. Akira menyalakan mesin dan siap melaju.
"Ghost Highschool,"
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pembaca Yang Baik Adalah Yang Meninggalkan Keripik Pedasnya(?)
By Sofie Diana Fitriah(Decan)
By Sofie Diana Fitriah(Decan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar